MediaBantenCyber.co.id (MBC), Pacitan, Jatim – Realisasi anggaran pada Disperkimtan membuat OPD ini mendapat sorotan tajam masyarakat, apalagi posisinya menjadi lembaga dengan serapan APBD terendah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan
Lembaga 4 urutan terbawah justru di tempati oleh OPD yang langsung bersentuhan dengan pembangunan fisik yang sangat dibutuhkan masyarakat, yaitu Disperkimtan berada di posisi paling rendah, yakni hanya 9,23 persen. Sementara OPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan pagu Rp59,29 miliar telah merealisasikan Rp14,70 miliar atau 24,81 persen.
Disusul Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dengan pagu Rp21,92 miliar telah menyerap Rp6,92 miliar atau 31,58 persen.
Di OPD Inspektorat Daerah dari pagu Rp17,20 miliar telah merealisasikan Rp6,01 miliar atau 34,96 persen.
Aktifist dari LSM AMPuH Dedy Arisandy Punjung, menyoroti situasi ini, “Perilaku birokrat tempo dulu terbiasa dengan pola ini, anggaran dibiarkan mengendap di lembaga keuangan agar ada tambahan jasa giro atau deposito. Akhirnya nabyak nubyuk di akhir tahun anggaran. Tentu ini beresiko tinggi terhadap kualitas pekerjaan sebab diburu dead line. Kami juga mencatat lemahnya koordinasi antar lembaga sehingga masyarakat nyaris jadi korban. ”
Sesuai data yang diperoleh LSM AMPuH, Dedy melanjutkan “Dari pagu sebesar Rp36,57 miliar, realisasi belanja Disperkimtan baru mencapai sekitar Rp3,37 miliar. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp33,20 miliar atau 90,77 persen anggaran yang harus di serap di akhir semester ini.”
Ratusan proyek jalan lingkungan yang menjadi salah satu pekerjaan utama Disperkimtan pada tahun anggaran 2026, akhirnya ikut terdampak.
Pada tahun takwim 2926 ini total 292 paket pembangunan jalan lingkungan, hingga 5 Agustus 2026 baru sekitar 99 paket atau 34 persen yang mulai berjalan di lapangan.
Kepala Disperkimtan Kabupaten Pacitan, Heru Tunggul Widodo, melalui Kabid Permukiman, Yazid saat dimintai tanggapan melalui platform media sosial WA menjawab, “Nggih alhamdulillah, anggran perkim sebagian besar di konstruksi dan akhir bulan juli niki baru mulai pelaksanaan konstruksinya pak, Insya Allah nanti kalo sudah mulai P1 serapan akan meningkat.
Yazid menambahkan, “Koordinasi ya biasa saja, kalau eksternal ya diminta penyikapan untuk percepatan.” (Heri/Red)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.