MediaBantenCyber.co.id (MBC), Kabupaten Tangerang – Terkait proyek perbaikan lapangan olahraga di Kelapa dua, Kabupaten Tangerang, sampai saat ini belum dilakukan pengecoran pada Sabtu (03/10/2026) malam, sekitar pukul 21.00 Wib.
Patul pemborong saat dimintai tanggapannya terkait proyek tersebut untuk agregat dan panjang lebarnya serta untuk tinggi ketebalannya berapa senti hanya bungkam. Dan sampai berita ini ditayangkan belum menanggapinya.
Hal yang serupa, Dewan Hidayatullah PKS selaku yang diduga mempunyai aspirasi tersebut saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp sampai berita ini ditayangkan diduga membenarkan karena tidak menjawab.
“Entah apa yang membuatnya takut”, ujar warga yang minta dirahasiakan namanya.
Sebelum diberitakan dan mengingat Proyek perbaikan lapangan olahraga di wilayah RW024, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Pasalnya, dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut diduga ditemukan persoalan terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya pekerja yang diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap, termasuk alas kaki yang sesuai standar keselamatan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengawasan terhadap aspek K3 diterapkan dalam proyek yang menggunakan anggaran pemerintah daerah tersebut.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp119.520.000 itu dikerjakan oleh PT Abawayn Berkah Mandiri dengan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, proyek tersebut diduga berkaitan dengan aspirasi anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKS, Hidayatullah, yang disebut sebagai wakil ketua fraksi. Namun, terkait informasi mengenai asal-usul aspirasi dan mekanisme penganggarannya, masih diperlukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.
Sorotan lain muncul lantaran aktivitas proyek tersebut disebut-sebut turut mendapat pengawalan dari dua orang yang disebut sebagai wartawan berinisial YB dan HN.
Saat dikonfirmasi mengenai pelaksanaan pekerjaan, Patul selaku pemborong menyebut keberadaan kedua orang tersebut di sekitar lokasi.
“Ada Bang Yacob dan Bang Harun di sana, Bang. Coba ane konfirmasi beliau ya. Dia ada di sekitar situ. Lagi sholat kali, Bang,” ujar Patul.
Sementara itu, seorang warga yang berada di sekitar lokasi mengatakan bahwa pelaksana proyek biasanya berada di lokasi pekerjaan, sedangkan pemborong tidak selalu datang ke lapangan.
“Tadi mah ada, Bang, pelaksananya. Kalau pemborong biasanya nggak datang,” ungkap warga tersebut.
Warga itu juga menyebut pekerjaan pengecoran akan dilakukan pada malam hari.
“Dilakukan pengecoran malam ini, Bang,” tambahnya.
Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait standar keselamatan pekerja, pengawasan mutu pekerjaan, hingga transparansi pelaksanaan proyek yang bersumber dari uang rakyat.
Penggunaan anggaran APBD semestinya berjalan beriringan dengan pelaksanaan pekerjaan yang memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan kerja, serta pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, dugaan pelanggaran K3 maupun persoalan lain dalam pelaksanaan proyek perlu mendapat perhatian dari pihak terkait.
Selain itu, keberadaan pihak eksternal yang disebut melakukan pengawalan terhadap proyek juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan persepsi adanya intervensi atau pengaruh terhadap proses pelaksanaan maupun pengawasan pekerjaan.
Jika ditemukan pelanggaran, pihak berwenang diharapkan tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga memastikan pekerjaan yang dibiayai APBD tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai kontrak, spesifikasi teknis, dan ketentuan keselamatan kerja. (Red)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.