MediaBantenCyber.co.id (MBC), Cilegon — Kabupaten Tangerang kembali mempertahankan gelar juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Banten 2026 yang berlangsung di Kota Cilegon, Sabtu, (8/8/2026). Kontingen Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kabupaten Tangerang tampil konsisten dan mengoleksi 24 medali, terdiri dari 10 emas, 4 perak, dan 10 perunggu.
Raihan tersebut menempatkan Kabupaten Tangerang di posisi teratas klasemen perolehan medali, sekaligus mempertegas konsistensi pembinaan olahraga catur di daerah tersebut.
Kabupaten Tangerang mengungguli Kota Tangerang Selatan yang mengumpulkan 11 medali, Kota Tangerang dengan 9 medali, Kota Serang dan Kabupaten Lebak masing-masing 3 medali, serta Kabupaten Serang yang meraih 1 medali.
Dari 17 kategori yang dipertandingkan, Kabupaten Tangerang berhasil merebut 10 medali emas. Emas tersebut masing-masing disumbangkan Kylian Rafa (KU 7 PA), Jonathan Rudolf Hutasoit (KU 9 PA), Edson Maxy (KU 11 PA), Fritzio Jevin L (KU 13 PA), Alisha Laviola Evelyn (KU 13 PI), Muhammad Wildan (KU 15 PA), Patrick Purnama (KU 17 PA), Reynard Kristopher (KU 19 PA), Sugeng Prasetyo (Senior PA), dan Mega Sari Chaniago (Senior PI).
Capaian pada 2026 ini sekaligus melanjutkan keberhasilan Kabupaten Tangerang pada Kejurprov Catur Banten 2025 di Kota Serang. Saat itu, Kabupaten Tangerang juga keluar sebagai juara umum dengan mengumpulkan 22 medali, terdiri dari 8 emas, 6 perak, dan 8 perunggu.
Pada Kejurprov 2025, medali tersebut diraih dari 14 kategori pertandingan yang mencakup kelompok putra, putri, dan veteran. Keberhasilan tersebut menjadi modal bagi PERCASI Kabupaten Tangerang untuk kembali mempertahankan gelar pada Kejurprov Catur Banten 2026.
Manajer Tim Kontingen PERCASI Kabupaten Tangerang, Sudin Wahyudin, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, official, dan tim kontingen yang bekerja keras selama kejuaraan.
“Alhamdulillah, target yang kami harapkan dapat tercapai. Juara umum ini merupakan hasil kerja keras seluruh atlet, pelatih, official, dan tim kontingen,” ujar Sudin.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya dilihat dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari proses dan sikap para atlet selama bertanding.
“Yang paling penting bukan hanya jumlah medalinya, tetapi bagaimana anak-anak mampu menunjukkan semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama bertanding,” katanya.
Sudin berharap keberhasilan mempertahankan gelar juara umum menjadi pemacu bagi PERCASI Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sampai di Kejurprov. Para atlet harus terus dibina dan dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan berikutnya, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kabupaten Tangerang untuk melahirkan pecatur-pecatur potensial yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua PERCASI Kabupaten Tangerang, Hendra, mengaku bangga atas keberhasilan kontingen mempertahankan gelar juara umum.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan Kontingen PERCASI Kabupaten Tangerang menjadi juara umum. Ini adalah buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan dukungan dari berbagai pihak,” kata Hendra.
Menurut Hendra, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan catur di Kabupaten Tangerang terus berkembang dan mampu menghasilkan atlet yang kompetitif di tingkat Provinsi Banten.
“Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa pembinaan catur di Kabupaten Tangerang terus berkembang,” ujarnya.
Hendra juga memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Tangerang, baik mereka yang berhasil meraih medali maupun yang belum berkesempatan naik podium.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh atlet yang berhasil meraih medali maupun yang belum berkesempatan naik podium. Semua telah memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Ia berpesan kepada para peraih medali emas agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi atlet yang belum berhasil, Hendra meminta mereka menjadikan hasil kejuaraan sebagai pengalaman untuk berkembang.
“Bagi yang meraih emas, jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Perjalanan masih panjang dan PERCASI Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen melakukan pembinaan,” katanya.
Raihan 10 emas, 4 perak, dan 10 perunggu sekaligus memperpanjang catatan prestasi Kabupaten Tangerang di ajang Kejurprov Catur Banten. Setelah menjadi juara umum pada 2025, Kabupaten Tangerang kembali berdiri di posisi teratas pada 2026.
Keberhasilan mempertahankan gelar selama dua tahun berturut-turut menjadi gambaran konsistensi pembinaan catur di Kabupaten Tangerang, mulai dari kelompok usia dini hingga kategori senior.
PERCASI Kabupaten Tangerang pun diharapkan terus memperkuat pembinaan agar prestasi tersebut dapat dipertahankan sekaligus menjadi pijakan untuk melahirkan pecatur yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. (*)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.