MediaBantenCyber.co.id (MBC), Tangerang — Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan 26 kilogram narkotika jenis MDMA atau ekstasi yang dilakukan seorang kopilot maskapai asing berkewarganegaraan Malaysia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam penindakan yang dilakukan pada Rabu (29/7), petugas mengamankan 70.114 butir ekstasi serta 4 gram metamfetamin (sabu) dari pelaku berinisial MS.
Kasus ini terungkap saat petugas Bea Cukai melakukan pemantauan terhadap barang bawaan penumpang internasional menggunakan mesin x-ray di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Hasil analisis citra menunjukkan adanya sebuah koper yang mencurigakan dan kemudian diketahui dibawa oleh MS yang mengenakan seragam kopilot.
Petugas selanjutnya mengarahkan MS beserta barang bawaannya ke ruang pemeriksaan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Dari hasil pemeriksaan ditemukan 14 bungkus berisi 70.114 butir ekstasi dengan berat bruto 26 kilogram atau 25.194,83 gram netto yang disembunyikan di dalam koper. Selain itu, petugas juga menemukan 4 gram sabu di dalam tas milik pelaku.
Dalam pemeriksaan awal, MS mengaku diminta oleh seseorang untuk membawa narkotika tersebut ke Jakarta dengan imbalan sebesar 50.000 Ringgit Malaysia. Barang haram itu rencananya akan diambil oleh seseorang yang identitasnya masih dalam pendalaman dan diduga merupakan warga negara Malaysia.
Pelaku juga mengaku pernah dua kali menjadi kurir narkotika, yakni dalam pengiriman ke Sabah dan pengiriman ke Jakarta yang berhasil digagalkan kali ini. Keterangan tersebut masih didalami penyidik sebagai bagian dari pengembangan perkara untuk mengungkap jaringan yang terlibat.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Bea Cukai segera berkoordinasi dengan Subdirektorat II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri guna mengembangkan penyelidikan. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi kejahatan narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus.
“Penyelundupan narkotika merupakan ancaman serius bagi masyarakat. Keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil kewaspadaan petugas dan kolaborasi yang erat antara Bea Cukai dengan Bareskrim Polri. Sinergi seperti ini akan terus kami perkuat untuk memutus rantai peredaran narkotika sejak di pintu masuk negara,” ujar Djaka, Jumat (30/7).
Menurutnya, penindakan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 70.134 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika serta mencegah potensi kerugian sosial dan ekonomi akibat peredaran gelap narkotika yang diperkirakan mencapai Rp112 miliar.
Djaka menegaskan Bea Cukai akan terus memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah penyelundupan narkotika. Dukungan masyarakat juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga Indonesia dari ancaman peredaran narkotika yang merusak kehidupan sosial dan mengancam masa depan bangsa. (*)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.