MediaBantenCyber.co.id (MBC), Serang— Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bethsaida Hospital Serang mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan nyeri atau rasa tertekan di dada yang muncul saat berolahraga dan mereda setelah beristirahat. Pola keluhan tersebut dapat menjadi gejala angina stabil yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah koroner.
Keluhan angina stabil tidak selalu berupa nyeri dada hebat. Pada sebagian orang, gejalanya dapat berupa dada terasa berat atau tertekan, sesak napas, cepat lelah, hingga rasa tidak nyaman yang menjalar ke bagian tubuh lain.
Angina Stabil, Sinyal dari Jantung
Angina stabil merupakan rasa nyeri, tekanan, atau ketidaknyamanan di dada yang terjadi ketika otot jantung tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup saat kebutuhan jantung meningkat.
Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah koroner akibat penyakit jantung koroner. Ketika seseorang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen.
Jika aliran darah melalui pembuluh koroner tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut, gejala angina dapat muncul. Keluhan biasanya berkurang setelah aktivitas dihentikan dan tubuh beristirahat.
“Angina stabil adalah ‘lampu merah’ dari jantung. Jantung sedang memberitahu bahwa ada pembuluh darah yang menyempit dan kondisi itu perlu dievaluasi segera sebelum berkembang menjadi serangan jantung,” jelas dr. Fani Suslina Hasibuan, Sp.JP(K), FIHA, dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Konsultan Intervensi Bethsaida Hospital Serang, Senin (5/10).
Menurut Fani, pola gejala yang muncul berulang saat aktivitas perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada pembuluh darah jantung.
Gejala Angina yang Perlu Dikenali
Angina tidak selalu dirasakan sebagai nyeri dada yang hebat. Gejala klasiknya dapat berupa rasa tertekan, berat, atau seperti ada beban di bagian tengah dada.
Sensasi terbakar di dada juga dapat muncul dan terkadang disalahartikan sebagai heartburn atau gangguan asam lambung.
Selain itu, rasa tidak nyaman dapat menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung. Sesak napas ketika beraktivitas dan kelelahan yang tidak sebanding dengan aktivitas juga perlu diwaspadai.
Pada perempuan dan penderita diabetes, gejala dapat lebih tidak khas, seperti mual, pusing, atau kelelahan tanpa nyeri dada yang jelas.
Angina stabil umumnya dipicu aktivitas fisik, stres emosional, makan dalam porsi besar, cuaca dingin, serta aktivitas setelah bangun tidur.
Jangan Abaikan Tanda Serangan Jantung
Masyarakat juga perlu mengenali perbedaan antara angina stabil dan gejala serangan jantung.
Nyeri atau tekanan dada yang sangat berat, berlangsung lama, tidak membaik setelah beristirahat, atau disertai keringat dingin, mual, pusing hebat, dan nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, leher, punggung atau perut bagian atas membutuhkan pertolongan medis segera.
Keluhan yang muncul untuk pertama kali atau mengalami perubahan pola secara tiba-tiba juga perlu segera diperiksa.
Serangan jantung merupakan kondisi darurat sehingga pasien membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.
Penyakit Jantung Koroner Berkaitan dengan Angina
Angina stabil umumnya berkaitan dengan penyakit jantung koroner, yaitu kondisi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan akibat penumpukan plak aterosklerosis.
Plak terbentuk dari berbagai material, termasuk kolesterol dan lemak, yang menumpuk secara bertahap di dinding pembuluh darah.
Proses tersebut dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala. Ketika penyempitan semakin mengganggu aliran darah ke otot jantung, gejala angina dapat mulai muncul.
Karena itu, keluhan dada yang berulang ketika beraktivitas perlu menjadi alasan untuk melakukan evaluasi kesehatan jantung.
Treadmill Test dan EKG Membantu Evaluasi
Salah satu tantangan dalam mendeteksi angina stabil adalah gejala dapat muncul terutama ketika jantung bekerja lebih keras. Pemeriksaan EKG saat istirahat belum tentu menunjukkan perubahan yang jelas.
Treadmill Test atau exercise stress test dapat membantu dokter mengevaluasi respons jantung ketika pasien melakukan aktivitas fisik.
Dalam pemeriksaan tersebut, pasien berjalan di atas treadmill dengan intensitas yang ditingkatkan secara bertahap. Aktivitas listrik jantung melalui EKG dan tekanan darah dipantau selama pemeriksaan.
“Treadmill Test adalah jendela yang memungkinkan kita melihat bagaimana jantung berperilaku saat bekerja keras. Banyak pasien yang EKG istirahatnya tampak normal ternyata menunjukkan perubahan bermakna saat treadmill,” kata Fani.
Hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan lanjutan atau penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Deteksi Dini untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Angina stabil dan penyakit jantung koroner yang diketahui lebih awal dapat ditangani sesuai kondisi pasien. Penanganannya dapat meliputi perubahan gaya hidup, obat-obatan, hingga prosedur intervensi apabila diperlukan.
Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya mengatakan rumah sakitnya berkomitmen memberikan akses pemeriksaan kesehatan jantung bagi masyarakat.
“Bethsaida Hospital Serang berkomitmen untuk memberikan akses terhadap pemeriksaan jantung yang akurat, terjangkau, dan ditangani oleh dokter spesialis terbaik. Skrining jantung dengan metode Treadmill Test dan EKG ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kami terhadap kesehatan jantung masyarakat Banten,” ujarnya.
Deteksi lebih awal dapat membantu mengetahui kondisi jantung dan menentukan langkah penanganan yang tepat. (*)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.